Berbagai Cara Mempromosikan Diri di Bidang Desain Grafis
Portofolio menjadi salah satu media yang banyak dimanfaatkan para desainer grafis untuk perhatian klien. Namun cara mempromosikan diri dengan portofolio saat ini kurang efektif dalam membuat diri kamu tampak menonjol dibandingkan dengan banyaknya desain grafis diluar sana. Mulai sekarang cobalah membuat sesuatu yang unik dan menjadikan diri kamu berbeda. Dengan demikian, ada nilai tambah yang kamu dapatkan dimata klien.
Jadi desainer grafis tidak cukup hanya mendesain yang bagus, keren, kreatif begitu saja. Kalau tidak mengerti cara mempromosikin diri sama saja bohong. Fokus saja pada kualitas daripada kuantitas. Kalau promonya ngotot tapi kualitas portofolio kamu kurang greget juga, kamu bakal susah mendapatkan client yang diidamkan. Berikut adalah cara-cara promosi diri di bidang desain grafis
1. Memulai Dengan Personal Branding
Sebelum memulai, kamu HARUS sudah punya brand tentunya, setidaknya kalau memulai kamu ingin di promosikan sebagai 'apa, siapa, bagaimana.' Siapa target audience-mu? Lalu jasa desainmu sudah start harga berapa? Kalau sudah menentukan, ini saatnya memulai desain.
Yang harus kamu desain adalah logo, kartu nama, letterhead, amplop, CD, folder/map, CV (Curriculum Vitae), dan masih banyak lagi. Desainlah sebagus-bagusnya dan sekreatif mungkin! kerahkan semua energimu disini.
2. Mulai Membuat Personal Project
Menunjukkan karakter dan keunikan kamu sebagai desainer grafis memegang peranan sangat penting saat mempromosikan diri dihadapan klien. Kamu dapat memulainya dengan bakat dan minat dalam deadline yang kamu tentukan sendiri. Beberapa klien sering kali membutuhkan talenta yang tak hanya mampu membuat desain yang dibutuhkan, tapi juga memiliki look and feel yang khas dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Luangkan waktu untuk memilah dan memilih karya terbaik dari berbagai desain yang pernah kamu buat untuk ditampilkan pada sebuah platform desain. Pastikan kamu memilih bukan hanya yang terbaik dari sisi hasil pengerjaan, tapi juga unik dan menampilkan karakteristik kamu sebagai desainer grafis. Misalnya, kamu mau menunjukkan portofolio desain materi profil company, kamu bisa menunjukkan gaya profesional yang khas dan pqaling kamu kuasai.
3. Membuat Website Dengan Domain Sendiri
Walaupun kamu sudah mengupload portofolio terbaikmu ke social media, jangan lupakan website mu sendiri. Isilah dengan portofoliomu sendiri, yang kamu suka dan kamu banggakan tentunya. Selain itu, masukkan deskripsi singkat tentang kamu, kemampuan/skill kamu, contact, itu bagian yang di prioritaskan dalam mengisi sebuah website portofolio. Kmau juga bisa memasukkan pricelist untuk memudahkan dan langsung menargetkan audience.
Kalau kamu memang sudah siap untuk menqambil langkah lebih besar dalam mengembangkan bisnis/promo desainmu, langkah berikutnya adalah mendaftarkan domain website-mu. Jangan biarkan website-mu masih pakai embel-embel seperti ini: namablog.blogspot.com atau namablog.wordpress.com. Mempunyai website dengan domain berarti juga kamu akan dianggap lebih serius oleh calon client.
Kalau tidak mengerti cara mendesain website, kamu bisa membayar orang dibagian web desainer atau pakai template/theme yang paling simple/minimalis saja, works every time. Karena kalau tampilan website mu terlalu rumi, website susah diakses dan membingungkan bagi calon client.
4. Networking
Sesibuk apapun kamu, coba sesekali luangkan untuk datang ke beberapa event, workshop, atau komunitas. Di sana kamu bisa memulai berkenalan dan networking. Jangan lupa siapkan kartu nama!
Keunggulan punya koneksi di bidang yang mirip (kreatif): bisa saling support, bisa saling oper kerjaan disaat kita lagi banyak kerjaan begitu juga sebaliknya. Bukan nggak mungkin disaat salah satu dari kalian dapat projek yang membutuhkan banyak tenaga kerja; kamu bisa jadi tim desain grafisnya, si teman photographernya, lalu teman satunya jadi apa nya lagi.
Lalu jangan cuma mentok datengin komunitas seni atau event desain grafis/ bidang kreatif saja ya. Karena calon client tidak selalu ke tempat komunitas desain/kreatif. intinya berbicara dan bergaulah dengan banyak orang. Sering juga kamu dapat client dari tempat tempat tak terduga, misal di bengkel. So yup, kartu nama is must in your wallet.
5. Be Creative, Different and Unique
Banyak sekali lulusan DKV, belum lagi banyak sekali self-taught desainer grafis... sudah tidak terhitung lagi. Kalau kamu 'cuma' jualan jasa desain grafis saja, unless it's really GOOD ya susah kalau mau cepat dlirik sama client dambaan, idaman, dan impianmu. Dengan kompetitor yang banyak, kamu harus berusaha menonjol dari yang lain. Secara desain grafis sudah sangat pasaran, jadi kamu harus bertindak lebih dari ini. Apakah kamu juga bisa mendesain untuk packaging? website? App untuk mobile? bisa? Awesome! Belum bisa atau belum terlalu jago? Tidak apa apa, masih bisa jalan sambil asah skill kok (ikut kursus offline, online). Jadi di luar desain grafis, kamu juga bisa handle dibidang lain juga. Jadi nilai plus deh :)
6. Aktif Blogging/ Social Media
Dengan rutin nge-blog, pembaca jadi tahu betapa 'ahli'nya kamu di bodang desain grafis. Tidak jarang juga yang tadinya cuma sekedar jadi pembaca di blog kamu, berubah jadi client kamu. Enaknya lagi, Kalo kamu udah rutin nge-blog dan udah tau mau dibawah ke arah mana, udah jelas niche-nya.
Namun, ngeblog membutuhkan komitmen dan konsisten untuk selalu rutin posting dan menghasilkan konten yang bermutu. Jadi, kalau kamu memang nggak nyaman dengan nge blog kamu bisa rutin update di media social. Seperti FB Page, Twitter, dan Instagram. Yang bisa di publish bisa kerjaan yang kamu sudah jadi, behind the scene/workingin progress, random (sesekali selingan biar tidak bosan), inspirasi desain (jangan lupa tag dan mention owner nya juga ya!), dan masih banyak lagi.
7. Pasang Iklan
Sisihkan sebagian uang kamu untuk memasang iklan.... Kalau baru mulai jalan jadi desaain grafis, silahkan masang iklan secara online misal di Facebook Ads, Twitter (Twitter Ads, Buzzer) atau instagram karena harganya jauh lebih terjangkau daripada pasang iklan di media cetak. Kecuali kamu sudah banyak networking dan kenalan yang sudah lebih dulu mengenal jasa desain kamu, tidak perlu buang-buang waktu, mending sisihkan saja uangmu untuk iklan.
8. Sabar dan Berdoa
Memang minggu-minggu pertama, bulan-bulan pertama itu berat. Belum tentu langsung 'laku'. Kadang cepet di panggil interview tapi setelah itu sudah, nggak dapat respon lagi. Atau, sudah presentasinya niat banget ke calon client, eh setelah itu mereka nggak srek untuk 'teken kontrak'. Memang tidak semudah yang dikira, tapi bukan berarti nggak mudah bukan?
Ini hal yang biasa kok, semua orang juga mengalaminya. Jadi, daripada down lama-lama kenapa masih belum dapet panggilan interview atau dapat transferan DP ntuk proyek freelance, lebih baik manfaat kan waktu untuk terus promo, hangout dengan teman teman baru di komunitas/event/workshop. Terus lakukan sampai 'dapet'. Dan jangan lupa juga sabar dan berdoa. Karena campur tangan Tuhan lah yang yang membuat ini semua berhasil. Good luck! :)
.jpeg)



.jpeg)
